Sabtu, 03 Maret 2012

Blood Test


      Hey,kris nulis lagi. Kris agak kesulitan nulis negh sekarang, ide nya buanyak,tapi klo udah ngadepin lappie,bawaannya males,entah kenapa. Setelah curhat ama temen blogger, ternyata emank ada yg salah ama Kris. Kris malah dengerin musik en nyanyi-nyanyi ga je ketimbang nuangin ide dalam tulisan. Makanya sekarang Kris ubah kebiasaannya,,,ga dengerin musik lagi klo mau nulis hehehe.

     
      Ok ke langsung ke topik ajah.Waktu  kemaren, tepatnya sabtu 18 Februari 2012 Kris menjalani pemeriksaan darah. Sebenernya Kris udah rutin ngikutin ini dari yayasan sejak 2 tahun yang lalu. Tiap 3 bulan darah Kris di ambil dan di periksa apa ada virusnya ato ga,dan jangan salah, yang di periksa adalah kemungkinan adanya virus atau bakteri penyakit menular seksual. Apa aja thu?? Hmmm, IMS (infeksi menular seksual) jenisnya lumayan banyak,kris kasie dua ajah,mungkin teman-teman dah familiar yaitu ghonorhea en shyphilis. 
     
      Question : koq,Kris ikutan tes gituan?? Yups...kris akui,Kris mungkin beresiko terhadap jenis penyakit tersebut karena Kris aktif secara seksual,maksudnya berhubungan seks lah..koitus whatever its named. Meski pun demikian, Kris ga nyaranin teman-teman untuk berprilaku demikian,maafkan Kris untuk hal ini. Dan tes kali ini tidak seperti biasanya,Kris tes HIV.

      
      Dimulai dari teman Kris yang jemput Kris untuk pergi ke klinik, dia seorang relawan di yayasan yang memang bertugas mengantarkan kami ke klinik untuk melakukan tes darah. Sesampainya disana, biasanya Kris hanya ngisi data diri, masuk ruangan dokter, tiduran di ranjang dan sedot darah. Sekarang beda, Kris dimasukan dulu ke ruang konsultasi. Ada seorang konsultan disana menunggu Kris. Kris mulai gugup, entah kenapa tapi Kris merasa takut, ragu dan salah tingkah. Disana,Kris diwawancarai. Persisnya ga demikian,ini hanya se ingat Kris sajah :

Konsultan : Ka
Kris           : Ki

Ka : Adek tau soal HIV?
Ki  :  Eengg.... tau, itu virus yang menyerang sistem imun manusia

Ka : Ya, benar. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, Dan apa                           yang adek tau tentang  AIDS
Ki  : Orang yg mengidap virus HIV (nyengir kuda)

Ka : Ok (diem bentar)  AIDS itu adalah nama penyakit dari pengidap HIV, jadi orang dengan HIV belum tentu dia AIDS. Begini, HIV menyerang kekebalan tubuh, sel darah putih, maka,penyakit yang sebenarnya ringan seperti flu saja bisa berakibat fatal. Nah,penyakitnya itulah yang disebut AIDS.
Ki  : Oooh....(bengong)

Ka : Sekarang, apa adek tau dimana virus itu berada?
Ki  : ya disemua tempat. Kulit, keringat,air ludah,sperma,cairan vagina,darah....

Ka : Tidak sepenuhnya benar. Virus HIV itu adanya di cairan pre-cum yaitu cairan pelicin sebelum sperma atau di perempuan itu ya cairan pelumas alami,darah,dan ASI. Disebut sperma mengandung virus karena memang akan selalu tercampur didalamnya.
Ki  : Ooh (lagi) jadi klo kita ciuman atau pegangan tangan aja ga ketularan donk...

Ka : Tidak, kecuali seperti ibu menyusui anaknya, ada kontak darah antara penderita dengan lainnya,hubungan sex tidak aman yakni tidak memakai kondom dan jarum suntik yang di pakai bergantian. Nah, sekarang,bolehkah penderita HIV berhubungan seks...
Ki: (Diem......)

Ka :Jawabannya boleh,asal memakai kondom. Apa HIV bisa sembuh?
Ki : (Diem lagi…)

Ka : belum ada obatnya memang,tapi ada obat yang bisa menekan perkembang biakan virus HIV. Dengan pola hidup sehat dan minum obat, pengidap HIV bisa hidup dengan normal.
Ki  : Oooh...(angguk2)

Ka : Nah, jika sesudah tes ini kamu ternyata kena HIV bagaimana?
(DEG!!!? Kris langsung gugup. Kaki Kris dingin, pikiran makin ga karuan. Ya tuhan koq gini sie..Kris kan aman. Tapi...klo ternyata ga,gimana? Klo ternyata Kris ngidap HIV gimana?)

Ka :Gimana?
Ki : (sadar dri lamunan) ya minum obat lah...

Ka: ok, klo gtu, kamu sudah siap untuk tes ini?
Ki: siap......

     
      Selesai sudah konsultasinya,lalu kris digiring ke ruang dokter,dan ada dokter muda disana. Kris duduk di depannya. Pak dokter bertanya-tanya seputar seks, kapan, bagaimana, dengan siapa bla bla bla (ga ditulis spesifik karena ga etis menurut Kris) lalu disedotlah darah Kris,ga banyak en ga sakit juga koq. Lalu Kris disuruh nunggu.

     
      Biasanya,kalo cuman sekedar tes darah buat IMS, sesudah diambil darahnya,kita disuruh pulang karena hasilnya akan dikasie tahu 3-4 hari kemudian. Sekarang kris disuruh nunggu HASILNYA. Ini kaya' nunggu masuk surga ato neraka. Keputusannya akan diketahui sekian menit dari pengambilan darah. Kris cuma bisa diem, takut, ragu, ngeri. Klo hasilnya positif,Kris harus gimana?? Apa Kris kasie tau semuanya,apa Kris diem ajah seperti tidak ada apa-apa, ato bunuh diri....??? Pikiran Kris kacau..kacau sekali. hampir satu jam Kris cuma bisa diem ajah,lemes,pening, putus asa. Sampai akhirnya Kris di panggil lagi ke ruang konsultasi. Disana, konsultan udah nunggu dengan sebuah amplop disana. Ya, amplop hasil tes HIV nya Kris. Konsultan itu bilang, ''ini hasil tes darah kamu, mau ga mau, kamu harus menghadapi kenyataan,'' (Huaaaaa....!!!! Kenyataan pahit negh pastinya) Kris ngangguk ajah, Kris sobek sisi amplop, ngeluarin isinya,memeriksa setiap detil tulisan disana, dan, di bagian kolom akhir....


Anti Hiv      1. Reaktif           2. Non reaktif

dan di bulati tanda bulat pada nomor 2, yang artinya TIDAK TERINFEKSI....


      Kalian tahu apa yang Kris rasakan waktu tau Kris ga terinfeksi??? Lebih dari segalanya. Seakan pintu kehidupan terbuka kembali, Kris bisa tersenyum, lebar. Hampir aja Kris nangis, terima kasih tuhan bisik Kris dalam hati. Dan selesai sudah ketegangan malam minggu kemaren. Tapi bukan berarti Kris bebas melakukan hal-hal yang beresiko, justru Kris harus lebih hati-hati jika memang mau berhubungan. Kris di kasie sekantong full kondom, dan sebisa mungkin setia pada satu pasangan. Ya, klo memang harus berhubungan seks, gunakan selalu kondom atau tunggu sampai nikah nanti dan hanya berhubungan seks dengan yang sah saja. 

     
      Dari pengalaman ini,Kris sadari bahwa siapa pun bisa terinfeksi HIV, entah itu anak bayi, orang tua, pengguna narkoba suntik, kaya,miskin, homoseks,heteroseks..it could be anyone. Tapi bukan berarti kita harus menghindari atau mengucilkan mereka yang positif HIV. Setelah mendengarkan penjelasan konsultan bahwa berjabat tangan, makan di piring yang sama, minum di gelas yang sama, mandi di kolam bersama tidak menyebabkan kita terinfeksi,sudah semestinya kita menerima mereka apa adanya. Mereka butuh dukungan seperti yang Kris khawatirkan sebelumnya. Kris khawatir akan pengucilan dan diskriminasi jika benar Kris nantinya terinfeksi. Syukurnya, Tuhan masih melindungi Kris dari virus itu.

     
      Dan akhirnya, relawan nganter kris pulang tepat jam 12 siang. Kami menggunakan motor,relawan itu di depan kemudi. Di tengah perjalanan tiba2 relawan itu sibuk mengeluarkan hapenya, lalu dia sesekali nengok ke hapenya lalu ke jalan lalu ke hapenya lagi....kris tepok kepalanya lalu nyuruh dia buat menepi, kris bilang,'' aku mungkin terbebas dari virus yang 5 tahun lagi akan merenggut nyawaku,tapi aku ga mau mati konyol sekarang gara2 kamu sms-an sambil ngendarain motor!!!''


      Dan si relawan pun akhirnya sadar bahwa kebodohan fatal itu adalah ber sms ria sambil mengendarai kendaraan bermotor.


Sekian dan terima kasih udah baca.